Valuation Cap

Valuation Cap adalah batas maksimum valuasi perusahaan yang digunakan untuk menghitung konversi instrumen SAFE atau Convertible Note menjadi saham, terlepas dari valuasi aktual yang disepakati dalam putaran ekuitas berikutnya. Valuation Cap memberikan proteksi ekonomis bagi investor awal: apabila perusahaan berkembang pesat dan valuasi putaran berikutnya sangat tinggi, investor awal tetap mengkonversi berdasarkan Cap yang lebih rendah — menghasilkan kepemilikan saham yang lebih besar per rupiah yang diinvestasikan.

Sebagai ilustrasi: investor SAFE dengan Valuation Cap Rp100 miliar yang dikonversi pada putaran Series A dengan Pre-Money Valuation Rp500 miliar akan menerima saham seolah berinvestasi pada valuasi Rp100 miliar — memberikan kepemilikan 5x lebih besar per rupiah dibandingkan investor Series A yang membeli pada harga penuh. Tanpa Valuation Cap, investor awal yang menanggung risiko paling besar justru dapat menerima kepemilikan yang proporsional lebih kecil dari investor yang masuk lebih aman di tahap lanjut.

Penetapan Valuation Cap yang tepat merupakan seni negosiasi: terlalu rendah memberikan beban dilusi yang berat bagi pendiri dan investor putaran berikutnya (yang mengurangi daya tarik investasi); terlalu tinggi mengurangi nilai proteksi bagi investor SAFE. Cap yang umum diterima adalah pada kisaran 2–5x dari valuasi investasi awal, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang realistis sebelum putaran ekuitas penuh pertama.