Non Conformity Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Audit

Non conformity adalah istilah yang berarti ketidaksesuaian. Pelajari definisi, jenis major dan minor, serta contohnya dalam audit sistem manajemen di Indonesia.

Tim Match.co.id 30 Jan 2025 7 menit baca
Non Conformity Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contoh dalam Audit

Pernahkah Anda mendengar istilah "non conformity" saat perusahaan Anda menjalani proses audit sertifikasi? Bagi banyak pelaku usaha, istilah ini sering terdengar asing dan menimbulkan kekhawatiran. Padahal, memahami apa itu non conformity adalah langkah awal yang penting untuk mempersiapkan diri menghadapi audit sistem manajemen, baik itu ISO 9001, SMK3, maupun sertifikasi lainnya. Non conformity bukanlah akhir dari segalanya, melainkan umpan balik yang berharga untuk perbaikan berkelanjutan.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang non conformity adalah apa, definisi resminya menurut standar internasional, jenis-jenisnya, serta contoh konkret yang sering ditemukan dalam praktik audit di Indonesia. Dengan pemahaman yang baik tentang konsep ini, Anda dapat lebih siap menghadapi proses audit dan menjadikan setiap temuan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas sistem manajemen perusahaan.

Definisi Non Conformity Menurut Standar Internasional

Non conformity adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang secara harfiah berarti "ketidaksesuaian." Dalam konteks sistem manajemen dan audit, non conformity memiliki definisi yang lebih spesifik. Menurut standar ISO 9000:2005, non conformity didefinisikan sebagai "non-fulfilment of a requirement" atau tidak terpenuhinya suatu persyaratan. Dengan kata lain, non conformity adalah kondisi di mana suatu proses, produk, atau layanan tidak memenuhi standar, spesifikasi, atau prosedur yang telah ditetapkan.

Dalam bahasa Indonesia, istilah non conformity sering diterjemahkan sebagai "ketidaksesuaian." Pengertian non conformity adalah kondisi tidak dipenuhinya kriteria audit pada suatu proses. Ketidaksesuaian ini biasanya ditemukan oleh auditor pada saat wawancara maupun saat melakukan kunjungan ke lokasi (site visit).

Definisi lain yang lebih luas menyebutkan bahwa non-conformities (ketidaksesuaian) adalah proses atau aktivitas yang tidak memenuhi tujuan yang dimaksud, yang disebabkan oleh kegagalan untuk mengikuti prosedur yang diuraikan dalam sistem manajemen, atau karena prosedur yang terdokumentasi tidak sesuai untuk tujuan. Jadi, non conformity adalah cerminan dari adanya celah antara apa yang seharusnya dilakukan (standar/prosedur) dengan apa yang benar-benar terjadi di lapangan.

Non Conformity dalam Konteks Audit dan Sertifikasi di Indonesia

Di Indonesia, istilah non conformity adalah hal yang sangat familiar dalam dunia audit sistem manajemen. Berbagai skema sertifikasi seperti SNI, ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan), ISO 45001 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja), serta SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) semuanya menggunakan konsep non conformity sebagai salah satu indikator penilaian kepatuhan.

Dalam proses audit SMK3 yang mengacu pada PP No. 50 Tahun 2012, misalnya, auditor akan menilai apakah perusahaan telah menerapkan sistem manajemen K3 sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Temuan audit dapat berupa kesesuaian (conformity), ketidaksesuaian (non conformity), atau peluang peningkatan (opportunity for improvement). Kesesuaian adalah kondisi dipenuhinya kriteria audit, sedangkan non conformity adalah kondisi tidak dipenuhinya kriteria tersebut.

Non conformity juga sering ditemukan dalam proses sertifikasi produk SNI. Apabila hasil pengujian sampel yang dikirim ke laboratorium pengujian tidak memenuhi persyaratan SNI, lembaga sertifikasi produk akan menerbitkan laporan non conformity kepada produsen. Ketidaksesuaian ini mengindikasikan bahwa mutu produk tersebut tidak memenuhi SNI dan menunjukkan risiko keselamatan yang tidak dapat diterima.

Dalam konteks ini, non conformity adalah alat yang digunakan oleh auditor dan lembaga sertifikasi untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan, sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan korektif sebelum sertifikasi diberikan atau diperbarui.

Jenis-Jenis Non Conformity: Major dan Minor

Non conformity tidaklah tunggal. Dalam praktik audit, ketidaksesuaian dibagi menjadi beberapa tingkatan berdasarkan tingkat keparahan dan dampaknya terhadap sistem manajemen. Pembagian yang paling umum adalah major non conformity dan minor non conformity.

Major Non Conformity

Major non conformity adalah ketidaksesuaian yang signifikan terhadap persyaratan standar atau prosedur yang berdampak pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhan pelanggan. Beberapa kriteria yang termasuk dalam major non conformity antara lain:

  • Tidak ada bukti penerapan atau kegagalan keseluruhan dari sistem untuk memenuhi salah satu persyaratan sistem manajemen
  • Beberapa minor non conformity terhadap satu elemen dapat mengisyaratkan kegagalan sistem sehingga dapat dikategorikan sebagai major non conformity
  • Semua ketidaksesuaian yang bisa berakibat fatal, seperti mengelas dekat sumber energi, kerugian finansial yang besar, pelanggaran terhadap peraturan, atau mempengaruhi citra perusahaan

Dalam konteks sertifikasi, major non conformity biasanya mengharuskan perusahaan untuk segera melakukan tindakan perbaikan, seringkali dalam waktu yang sangat terbatas. Jika major non conformity tidak segera ditangani, proses sertifikasi dapat ditunda atau bahkan dibatalkan.

Minor Non Conformity

Minor non conformity adalah ketidaksesuaian yang tidak signifikan terhadap persyaratan standar atau prosedur, yang umumnya memiliki dampak yang lebih terbatas atau lebih lokal. Kriteria minor non conformity meliputi:

  • Ketidaksesuaian terhadap persyaratan sistem manajemen yang tidak mengakibatkan kegagalan dari suatu sistem, mengurangi kemampuannya dalam menjamin kondisi proses yang terkontrol, atau kondisi fatal
  • Ketidaksesuaian yang disebabkan oleh kegagalan pada dokumentasi dan rekaman, atau satu atau lebih ketidakkonsistenan penerapan suatu persyaratan yang tidak mengakibatkan kepada tiga hal tersebut di atas

Minor non conformity umumnya memberikan waktu yang lebih panjang bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan, misalnya hingga 12 bulan. Meskipun tidak seberat major non conformity, minor non conformity tetap harus ditangani dengan serius karena jika dibiarkan, minor non conformity yang berulang dapat meningkat menjadi major non conformity.

Perbandingan Major dan Minor Non Conformity

Aspek Major Non Conformity Minor Non Conformity
Definisi Ketidaksesuaian signifikan yang berdampak pada sistem secara keseluruhan Ketidaksesuaian yang tidak signifikan dan dampaknya terbatas
Dampak Dapat menyebabkan kegagalan sistem atau risiko fatal Tidak menyebabkan kegagalan sistem atau risiko fatal
Contoh Tidak ada bukti penerapan persyaratan sistem, pelanggaran peraturan Kegagalan dokumentasi, ketidakkonsistenan penerapan prosedur
Batas Waktu Perbaikan Segera (biasanya 3 bulan atau kurang) Lebih panjang (biasanya hingga 12 bulan)
Dampak pada Sertifikasi Dapat menunda atau membatalkan sertifikasi Umumnya tidak menghambat sertifikasi jika ada rencana perbaikan

Laporan Ketidaksesuaian (Non-Conformity Report / NCR)

Ketika auditor menemukan non conformity, temuan tersebut akan didokumentasikan dalam sebuah laporan formal yang disebut Non-Conformity Report (NCR) atau Laporan Ketidaksesuaian. NCR adalah dokumen formal yang diterbitkan oleh auditor (internal maupun eksternal) untuk mencatat adanya penyimpangan antara praktik di lapangan dengan persyaratan standar ISO atau prosedur internal perusahaan.

NCR biasanya mencakup informasi penting seperti deskripsi ketidaksesuaian, bukti-bukti yang mendukung temuan, klasifikasi (major atau minor), serta rekomendasi tindakan perbaikan. Perusahaan wajib menyimpan semua catatan non conformity yang terkait dengan pemenuhan persyaratan sertifikasi dan mendokumentasikan tindakan perbaikan yang telah dilakukan.

Proses penanganan non conformity melalui NCR melibatkan beberapa tahapan: identifikasi ketidaksesuaian, analisis akar penyebab, penentuan tindakan perbaikan, implementasi, dan verifikasi oleh auditor. Pendekatan sistematis ini memastikan bahwa setiap ketidaksesuaian tidak hanya diperbaiki secara permukaan, tetapi akar penyebabnya juga diatasi sehingga masalah serupa tidak terulang di masa depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan antara non conformity dan non conformance?

Secara praktis, kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian dan memiliki makna yang sama, yaitu ketidaksesuaian terhadap persyaratan. Non conformity adalah istilah yang lebih umum digunakan dalam standar ISO 9000, sementara non conformance lebih sering digunakan dalam konteks industri dan manajemen kualitas secara umum.

Apakah non conformity selalu berarti kegagalan total?

Tidak. Non conformity dapat berupa major (signifikan) atau minor (tidak signifikan). Minor non conformity biasanya tidak menunjukkan kegagalan total sistem, melainkan hanya ketidakkonsistenan atau kekurangan dokumentasi. Namun, minor non conformity yang berulang dapat mengindikasikan kelemahan sistem yang lebih dalam.

Berapa lama waktu yang diberikan untuk memperbaiki non conformity?

Waktu perbaikan tergantung pada tingkat keparahan non conformity. Major non conformity biasanya harus diperbaiki dalam waktu singkat, misalnya 3 bulan, dan seringkali memerlukan tindakan segera. Minor non conformity umumnya diberi waktu lebih panjang, hingga 12 bulan, tergantung pada kebijakan lembaga sertifikasi yang bersangkutan.

Kesimpulan

Non conformity adalah istilah penting dalam dunia audit dan sertifikasi sistem manajemen yang berarti ketidaksesuaian terhadap persyaratan yang telah ditetapkan. Memahami apa itu non conformity, jenis-jenisnya (major dan minor), serta bagaimana cara menanganinya melalui Non-Conformity Report (NCR) adalah langkah krusial bagi setiap perusahaan yang ingin meraih atau mempertahankan sertifikasi. Non conformity bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan umpan balik konstruktif yang membantu perusahaan untuk terus memperbaiki sistem dan prosesnya. Dengan pendekatan yang tepat, setiap temuan non conformity dapat menjadi batu loncatan menuju peningkatan kualitas dan daya saing yang berkelanjutan.

Sumber & referensi

  • ISO 9000:2005. Quality management systems — Fundamentals and vocabulary. Definisi nonconformity (3.6.2).
  • PAKKI. 3 Hasil Audit Sistem Manajemen K3. https://pakki.org
  • Sysindo Konsultan. Pengertian Non-conformities. https://sysindokonsultan.com
  • Gaivo.co.id. Laporan Ketidaksesuaian (Non-Conformity Report - NCR). https://gaivo.co.id
  • Kementerian Ketenagakerjaan RI. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Bagikan: WhatsApp LinkedIn

Artikel ini bersifat edukasi. Verifikasi syarat dan ketentuan terbaru pada instansi atau lembaga terkait sebelum mengambil keputusan.