Sistem Parkir, Unsur dan cara Kerja sistem parkir

Sistem parkir

sistem parkir
sistem parkir

Sebelum kita mengenal apa itu sistem parkir dan bagaimana cara kerja sistem parkir sebaiknya kita lihat dulu kondisi keamanan di gedung gedung yang ada di indonesia yang mendapat pemberitaan negatif di surat kabar membuat kesan yang begitu negatif di benak konsumen. Setahun belakangan ini banyak sekali kejadian Terorisme dan kejahatan yang berlarut-larut menjadikan konsumen takut dan ragu dengan keamanan dan ketertiban yang disediakan.

Menyadari pentingnya hal tersebut, maka dengan ini match parkir mencoba memperkenalkan suatu sistem teknologi perparkiran terbaru dan tercanggih

 

 

Sistem Parkir dapat mencegah,  mencatat dan serta menyediakan bukti nyata akan kejahatan yang akan terjadi maupun yang telah terjadi, dengan teknologi “Smart Image Capturing and Control” Jika menggunakan teknologi ini, tempat Anda akan memberikan kesan yang baik dan mendalam karena menunjukkan keseriusan pengelola dalam menjaga keamanan, ketertiban dan pengelolaan lokasi. Perparkiran  adalah tempat dimana seorang konsumen menitipkan asset yang berharga  ke dalam pengawasan pengelola lokasi. Inilah yang membuat areal perparkiran salah satu tempat yang vital untuk menjaga kepercayaan pengunjung terhadap pihak pengelola. Rasa aman adalah tolak ukur tertinggi dalam menjaga kepercayaan tersebut.

Dengan demikian match parking sebagai penyedia layanan sistem parkir dan manajemen parkir. sebagai pengelola sistem parkir yang paling komprehensif dan telah memberikan solusi yang maksimal bagi peningkatan citra dan kualitas pelayanan.

UNSUR SISTEM PARKIR 

sistem parkir sendiri memiliki unsur, unsur sistem parkir adalah pada teknologi dan keamanan dalam sistem yang terintegrasi merupakan hal penting yang diperhatikan oleh pelopor sistem parkir di Indonesia. Ada beberapa teknologi Sistem Parkir yang memadukan sistem kamera dengan aplikasi software dan hardware komputer sampai interfacing terbaru. Semuanya bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem perparkiran yang sudah ada di Indonesia.

Setiap kendaraan yang memasuki area parkir akan diambil fotonya dan foto tersebut disimpan di komputer. Setiap kendaraan akan diberikan kartu parkir di pintu masuk. Ketika mobil tersebut akan keluar dari areal parkir, petugas parkir di pintu keluar akan menginput kartu ke sistem dan foto kendaraan beserta jumlah tagihannya akan muncul di layar komputer. Jika gambar pada layar cocok dengan kondisi fisik kendaran, maka pengunjung tersebut tinggal melakukan pembayaran tagihan.

Bila terjadi kehilangan kartu, maka pengemudi harus melapor ke pengelola. Pengelola akan memintanya menunjukkan STNK beserta identitas diri untuk dicatat dan direkam fotonya di komputer. Setelah kondisi kendaraan di lapangan dan komputer dicocokkan, maka setelah membayar administrasi penggantian kartu yang hilang, baru kendaraan diperbolehkan keluar.

MEDIA TRANSAKSI

Media transaksi pada sistem parkir ini berfungsi pada platform teknologi SMART CARD. kartu yang ada diprogram dengan SMART Proximity Writer dan Reader. Keuntungan Proximity adalah kepastian data, Code kartu seluruh dunia tidak ada yang sama (Up to 84 bits, over 1.9 x 1025 Codes Passive, no-battery design allows for an infinite number of reads). Keunggulan dari kartu SMART Card jenis Proximity Card ialah kartu tidak dapat dipalsukan oleh teknologi yang ada saat ini.

MEDIA READER

Sistem parkir sekarang banyak yang menggunakan Proximity Reader, berikut penjelasan dari Proximity Reader adalah Alat pembaca SMART Card berteknologi tinggi. Membaca kartu yang ditempelkan kepadanya pada jarak sekitar 1-3 cm. Untuk kondisi yang beragam misalnya di daerah khusus, jarak pembacaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Ada juga Sistem Parkir yang menyediakan sistem yang dapat membaca kartu yang dibawa oleh kendaraan berkecepatan max 40km/jam  tanpa harus berhenti.

CARA KERJA SISTEM PARKIR

Pada umumnya cara kerja sistem parkir dapat digambarkan Sebagai berikut :

  • Ketika seorang pengemudi memasuki area parkir, petugas parkir akan menginput nomor kendaraan ke system parkir melalui SMART Card Reader.  Bila system tidak memakai kartu, maka petugas cukup memasukkan nomor kendaraan yang bersangkutan dengan keyboard.
  • Kamera akan mengambil gambar kendaraan dan muka pengemudi kemudian akan disimpan di dalam komputer pusat yang disebut server.
  • Petugas parkir memberikan kartu/karcis kepada pengemudi
  • Dalam waktu yang bersamaan gambar dari foto tersebut dikirim ke komputer pusat untuk disimpan dengan aman.
  • Ketika seorang pengemudi akan keluar dari areal parkir, sang pengemudi menyerahkan kartu/karcis ke petugas parkir untuk diinput ke SMART Card Reader dan segera gambar kendaraan muncul di layar komputer petugas sekaligus di tampilan LED di luar pos lengkap dengan jumlah tagihannya.
  • Jika keadaan fisik kendaraan tersebut cocok dengan gambar yang tampil di layar komputer, petugas parkir akan menagih sejumlah tagihan biaya parkir yang ada di layar dan memberikan bukti pembayarannya.
  • Namun, jika keadaan fisik kendaraan tersebut tidak cocok dengan gambar tampil di layar, contohnya pada layar terdapat Daihatsu Carry tahun 1980 dengan no kendaraan B 1980 CX, tetapi yang ada adalah mobil BMW 318i dengan no polisi B 1980 CX, maka petugas dapat menyimpulkan bahwa seseorang sedang mencoba mencuri kendaraan tersebut.
  • Petugas akan menekan enter atau tombol khusus pada keyboard untuk membuka gerbang bagi kendaraan yang telah membayar dan cocok keadaan fisik lapangan terhadap keadaan di computer.
  • Seluruh petugas dan pengawas masing-masing akan diberikan ID dan password untuk tingkatan otoritas yang berbeda. Misalnya, seorang kasir hanya dapat mengakses layar komputer sebatas untuk penerbitan tanda terima pembayaran, dan tidak dapat mengakses sistem komputer pusat.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi sebuah inspirasi bagi yang mau mengembangkan sistem parkir yang terbaik di Indonesia. Baca juga sistem informasi parkir

sumber