Undang-Undang Pengguna Parkir Yang Jarang Diketahui

Undang-Undang Pengguna Parkir Yang Jarang Diketahui

1* Perlidungan Atas Kehilangan Kendaraan

Sering kita jumpai tulisan “KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN DI AREAL INI BUKAN TANGGUNG JAWAB KAMI”? di area parkir. Kalimat yang begitu menjengkelkan itu sengaja dipajang oleh pengelola tempat parkir yang menunjukkan betapa tidak bertanggung jawabnya mereka atas usaha yang sedang mereka jalankan.

pencurian kendaraan
credit : https://www.semuamimpi.xyz/2019/01/arti-mimpi-kehilangan-mobil.html

Anda tidak perlu khawatir, karena menurut Pasal 18 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen:

  1. Pelaku usaha (perusahaan tempat parkir) dalam menawarkan barang/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan, dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian (dalam hal ini karcis tanda bukti parkir) apabila:
  2. a) Menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha. Penggunaaan tempat parkir termasuk dalam perjanjian penitipan barang, sehingga menurut Pasal 1706 KUHPerdata, perusahaan pengelola tempat parkir harus menjaga barang yang dititipkan pada areal miliknya dengan baik, sebaik barang miliknya sendiri.

Jika Anda menjumpai pelangaraan hukum seperti diatas, menurut Pasal 45 Undang-Undang No. 8 Tahun 199, upaya hukum yang dapat ditempat:

  • Menggugat pelaku usaha secara perdata melalui badan peradilan umum.
  • Melaporkan secara pidana pelaku usaha atas dugaan melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan pidana denda paling banyak… Rp 500.000.000,-

2* Tetangga Parkir Sembarangan

Banyak pemilik mobil, bahkan pemilik sepeda motor, tidak memiliki lahan parkir yang memadai. Tempat tinggal pemilik ada di dalam lorong-lorong sempit berkelok-kelok bagai labirin di sekitar jalan umum tempat mobil diparkir. Banyak juga yang memarkir mobilnya di jalanan sempit di depan rumah hingga mengganggu akses tetangga yang hendak masuk ke rumahnya sendiri.

parkir
credit : https://oto.detik.com/mobil/d-3641178/punya-mobil-tak-punya-garasi-jadi-masalah-semua-komplek-perumahan

Satu hal yang perlu diketahui bahwa mereka bisa mengajukan gugatan hukum terhadap para tetangga yang menjengkelkan. Aturan hukum untuk menuntut ganti rugi bahkan memperkarakan tetangga pelanggar adalah Pasal 140 ayat 2 Perda 5/2014 dan Pasal 671 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer).

Pasal 140 ayat 2 menegaskan bahwa;

“Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan”

Para pemilik mobil perlu memikirkan ulang memarkiri mobil di jalanan. Sebab, memarkir kendaraan di jalanan lebih dari sekadar mengganggu akses warga, tapi juga mengancam keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan